blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
Inovasi teknologi game. Saat awal kemunculannya, video game sempat bikin heboh. Momen manis itu terjadi di era tahun 1980an. Namun kini, game telah berevolusi dengan banyak inovasi yang luar biasa.

Hal ini tak lain berkat tangan dingin para game maker. Mereka mampu memberi sentuhan baru pada model, skema, alur cerita game yang makin kompleks dan atraktif melalui teknologi yang mumpuni.

Inovasi Teknologi Gaming dari Intel


Berikut adalah beberapa contoh gebrakan dalam dunia game dari perusahaan raksasa Intel yang mungkin saja belum pernah Anda lihat sebelumnya.

1. Facial Recognition (Pengenalan Wajah)


Teknologi Pengenalan Wajah - Facial Recognation

Scan 3D dan teknologi pengenalan wajah adalah sistem yang mampu menciptakan kemiripan wajah Anda di dunia game.

Anda dapat mengkustomisasi avatar agar terlihat seperti Anda, atau mentransfer ekspresi wajah ke dalam sebuah kreasi digital.

Selain itu, kamera Intel® RealSense ™ 3D  memudahkan pengembang game dalam penyesuain emosi para gamer melalui scan 78 titik berbeda di wajah seseorang.

Info game lainnya : Gravity Rush 2, Game Aksi Jejepangan ini Populer di PS4

2. Amazing Graphic


Grafis game telah mengalami perubahan drastis sejak dimulainya base graphic 8bit hingga sekarang. Kecanggihannya membuat para gamer benar-benar mengalami permainan dengan tekstur gambar lebih realistis.

Kemampuan playback dengan kualitas gambar HD membuat player tampak seperti berada dalam game tersebut.

3. High-Def Displays


Dengan grafis game jempolan, sah-sah saja jika Anda pamerkan itu ke teman. Terlebih saat memainkan game Ultra 4K.

Meskipun televisi dengan kemampuan 4K (support minimal 4.000 piksel) atau laptop 4K (seperti Lenovo Y50 bertenaga Intel) berharga ribuan dolar, namun poin harga akan terus menurun, yang pada akhirnya membuat format ini menjadi standar.

Dengan kualitas warna dan kerenyahan gambar tak terkalahkan, rasanya tak ada lagi yang bisa menandinginya.

4. Gesture Control (Kontrol Isyarat)


Teknologi  Gaming Gesture Control

Teknologi Intel RealSense memungkinkan Anda memainkan game hanya dengan gerakan tangan.

Melalui kamera 3D yang melacak 22 titik terpisah di tangan Anda, kontrol isyarat memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan permainan game mereka lewat  gerakan alami tubuh Anda.

Misalnya, game Warrior Wave (support RealSense technology) yang memanfaatkan gerakan tangan untuk memimpin sekelompok tentara Yunani Kuno ke tempat yang aman.

5. Augmented Reality


Bosan dengan game online? Cobain deh permainan yang bisa diimplementasikan di berbagai sudut rumah Anda.

Ngga butuh monitor TV atau komputer, teknologi game AR menghadirkan sebuah perspektif yang unik bagi para gamer. Mampu menampilkan manuver ruang dalam dunia nyata dan membuat objek permainan yang berlaku untuk situasi kehidupan nyata.

Misalnya, bermain table hockey game di meja dapur Anda dari sudut manapun, atau bertualang memecahkan teka-teki peta harta karun di halaman belakang rumah Anda.

6. Wearable Gaming


Entah itu berbentuk smartwatches atau kacamata, wearable game menjadikan game portable tak terlalu invasif. Awalnya teknologi ini diciptakan dalam bentuk aplikasi untuk kebugaran dan juga hiburan.

Kini wearable tak sebatas hanya untuk ekstensi tubuh Anda saja, tetapi juga konsol game yang sekarang ini Anda kenal dan sukai.

7. Virtual Reality


Teknologi Gaming - Virtual Reality

Sejak saat itu, meskipun sebagian konsol game virtual reality belum dirilis secara komersial, namun mereka tetap setia mengembangkan display headset VR.

Teknologi ini siap memanjakan para gamers pengalaman bermain paling berkesan yang belum pernah ada sebelumnya.

Saat nge-game, raga Anda seperti ditarik keluar hingga larut dalam permainan. Badan serasa tak menyentuh bumi, sampai tersadar saat game telah usai.

8. Mobile Gaming


Dengan munculnya smartphone, bermain game bisa dilakukan hanya dalam genggaman Anda. Bisa di ruang tamu, sambil tiduran, dalam perjalanan kereta atau bermain bersama teman dekat Anda.

Melalui perangkat mobile mereka, teknologi game digital makin menyebar melampaui konsumen konsol hardcore dan gamer online.

9. Cloud Gaming


Alih-alih membuat sistem video game dengan hardware canggih, para developer kini mulai mencari alternatif lain untuk meringankan loading game dengan sistem cloud.

Tak perlu lagi dikhawatirkan dengan kapasitas memori yang tersedia pada disk atau console. Menggunakan cloud akan memperluas akses permainan hingga batas ukuran server dimana gambar dialirkan ke layar Anda melalui Internet.

10. Voice Recognition (Pengenalan Suara)


Teknologi Gaming - Voice Recognation

Game dengan kontrol suara sejatinya sudah ada sejak lama. Penerapan teknologi ini ke dalam game baru terealisasi setelah berkembangnya fitur baru komputer dalam mengenali perintah suara pengguna.

Dengan teknologi ini, selain turn on/off console, Anda juga dapat menggunakan perintah suara untuk mengontrol gameplay, berinteraksi di media sosial, memainkan pilihan dari library media Anda, atau search web.

11. On-Demand Gaming


Para gamer kini bisa menonton dan berbagi live-stream game mereka. Lalu cara mainnya gimana?

Hampir sama seperti pada layanan streaming film atau video, kemampuan streaming video game menjadi semakin nyata. Para pengembang game (besar dan kecil) makin terpacu untuk bersaing dalam meraih kejayaan game.

Apapun perangkat game 2 in 1 yang Anda miliki, inovasi dari Intel membuat masa depan game menjadi kenyataan.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
Ultra-Thin Acer Swift 3 adalah satu dari 4 varian yang ditawarkan oleh Acer. Perangkat super keren meski harganya juga hmmm… Swift 1 adalah unit entry di level dinasti Swift. Dan Swift 3 hadir setelah itu.

Menurut situs Acer, varian Swift 3 menampilkan berbagai model sesuai kebutuhan Anda dengan bandrol harga $ 499,99. Model konfigurasi tertinggi dijual seharga $ 849.99.

Laptop Tips Acer Swift 3

Perusahaan Acer menawarkan layar IPS Full HD 14 inci dengan resolusi 1920*1080. Fitur ini menjamin pengalaman menonton yang asyik dengan berbagai pilihan hiburan seperti film, game dan banyak lagi.

Bobotnya lumayan enteng, hanya sekitar 3,3 pound yang membuatnya lebih ringan dari pesaingnya Lenovo 510S.

Dengan bodi ramping dan ringan, membuat laptop ini dijuluki “the stylish slim”.

Spesifikasi Laptop Acer Swift 3


Biar cepet akrab, inilah poin-poin penting Swift 3 yang patut jadi pertimbangan untuk Anda.

Body All-Aluminium


Balutan aluminium adalah fitur swankiest sebagai ciri menonjol dari Swift 3. Pada kisaran harga sekelas Swift 3, rasanya sulit mendapatkan gaya ramping sebagai perbandingan.

All-aluminium memberi sentuhan premium pada laptop ini yang sulit dicari tandingannya. Kerapatan dan mekanisme lipatan halusnya membuat Swift 3 nyaman dan praktis untuk digunakan.

Keyboard dan Track pad


Pada laptop Swift 3, model keyboard-nya sedikit imajinatif. Secara keseluruhan, layout-nya ramping dan useable. Area papan utamanya rada luas sehingga mengetik cepat bukan lagi jadi hambatan.

Keyboard dan Track Pad Acer Swift 3

Salah satu fitur penting dari keyboard adalah backlight. Sangat cocok buat Anda yang gemar ngetik dalam suasana remang-remang.

Memang sih, track pad pada laptop ini bukanlah yang terbaik. Namun finishing alumunium pada bodi membuat penyisiran setiap jengkal layar jadi makin mudah dan nyaman.

Layar Monitor


Sayangnya, monitor laptop ini tidak masuk nominasi terbaik. Tapi percayalah, dengan resolusi full HD, masih memungkinkan bagi Anda untuk melihat gambar berkualitas.

Selain itu, finishing matte di layar sangat berguna untuk menghindari refleksi. Memiliki rasio kontras yang besar antara 1360: 1. Meskipun kecerahan layar terasa sedikit mengecewakan.

Untuk situasi normal ini sangat ideal, namun pada area terang benderang rasanya sedikit kurang memuaskan.

Jadi jika Anda berniat menggunakan laptop di lingkungan outdoor, Anda hanya memiliki opsi on atau off untuk mengatur kecerahan layar.

Daya tahan baterai


Acer mengklaim bahwa baterai pada laptop Swift 3 mampu bertahan selama 10 jam sehingga cukup memadai saat digunakan dalam perjalanan.

Namun, para kritikus merujuk bahwa baterai dapat dimodifikasi dan dibuat agar dapat bertahan lebih lama.

Selain itu, ada isu terkait pemanasan laptop. Meski tak mudah panas tapi putaran kipas secara terus menerus akan terasa mengganggu bagi penggunanya.

Webcam dan Audio


Laptop ini juga dibekali webcam 720p 30 fps. Cocok banget untuk video chat karena memberikan kualitas gambar yang menawan. Pada piranti audionya, menempel speaker dengan suara yang tajam dan memuaskan.

Konektivitas pada Acer Swift 3

Konektivitas


Dari segi konektivitas, laptop ini telah dilengkapi USB 2.0, USB 3.0 dan USB Type-C. Selain itu, tersedia juga colokan HDMI, SD card reader dan headphone / microphone combi-jack beserta built-in Wi-Fi.

Info gadget lainnya : Acer Spin 7 - HP Spectre x360 Versi Low-Budget

Kenapa harus memilih Ultra-Thin Acer Swift 3?


Kalau mikir soal harganya, laptop Swift 3 tetap menjadi pilihan yang tepat. Performa yang bagus dengan all-metal body menobatkannya sebagai juara di kelasnya.

Dibandingkan laptop dengan body plastic, daya tahan Acer Swift 3 jelas tak diragukan lagi. Sesuai untuk kerja sehari-hari.

Tapi jika Anda hobi mengedit video berkualitas tinggi, maaf saja laptop ini tidak bisa menawarkan fitur lebih. Bahkan untuk gaming, Acer Swift 3 bukan pilihan yang pas.

Jadi, jika Anda ingin menggunakan laptop untuk pekerjaan kantor, tugas sekolah, job editorial, dan melihat YouTube atau Netflix, pilihlah Acer Swift 3.

Ini adalah mesin mengesankan dengan harga yang tidak dimiliki laptop lain dalam kategori yang sama.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
Cara Ilmuwan Mengukur Bintang

Cara astronom mengukur bintang. Bintang adalah bola gas panas yang sangat besar dan terletak miliaran mil jauhnya. Tapi ketika diamati dari Bumi, bintang-bintang tampak seperti titik-titik kecil yang terlihat bersinar di langit malam.

Dalam sebuah studi baru, para astronom membuat pengukuran yang tepat dari massa " white dwarf " terdekat yaitu sebuah bintang yang telah mencapai akhir siklus hidupnya.

Tapi mungkinkah hal itu bisa dilakukan? Bagaimana ilmuwan "mengukur" massa bola gas sepanjang tahun?

"Satu-satunya cara ilmuwan astronom untuk mengukur massa bintang dan planet dan galaksi adalah dengan pengaruh gravitasi mereka satu sama lain," kata Terry Oswalt, seorang profesor teknik fisika di Embry-Riddle Aeronautical University, yang menulis sebuah komentar tentang Pengukuran kurcaci putih (white dwarf) baru-baru ini untuk jurnal Science.

Info terkait : Nasa Segera Luncurkan Armada Mikrosatelit Pendeteksi Badai

White Dwarf

Dengan kata lain, jika sebuah satelit berada di sekitar orbit Jupiter, mungkin kita bisa memperkirakan massa Jupiter dengan mengukur dampak gravitasi planet ini pada orbit satelit.

Oswalt menjelaskan, “Perkiraan seperti itu bisa juga dilakukan terhadap bintang. Instrumen sensitif, seperti teleskop luar angkasa NASA (Kepler), dapat mendeteksi planet yang mengorbit di sisi lain galaksi Bima Sakti dengan mengukur perubahan kecil dalam kecepatan bintang saat planet-planet "menarik" pada orbit mereka.

Pengukuran ini juga memberi informasi kepada para peneliti tentang massa bintang.

Menurut Oswalt, ketika dua bintang mengorbit satu sama lain, seperti halnya bintang biner, para astronom dapat mengukur gerak mereka dengan menggunakan efek Doppler yang prinsipnya hampir sama seperti pada radar pistol polisi,. Namun, teknik ini membutuhkan objek yang harus bisa diamati.

"Dari spektrum ringannya, ada beberapa cara tidak langsung yang dapat Anda gunakan untuk memperkirakan massa bintang, namun secara terperinci bergantung pada model atmosfernya, dan itu tidak pernah Anda ketahui dengan pasti," kata Oswalt.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan secara online pada 7 Juni di jurnal Science, telah ditemukan teknik baru yang memungkinkan para astronom menilai massa bintang dan benda langit lainnya termasuk white dwarf, black hole, dan planet “nakal” yang kesemuanya sulit diamati dengan teleskop.

Studi yang dipimpin oleh para astronom di Space Telescope Science Institute di Baltimore, menunjukkan bagaimana para peneliti mengukur white dwarf terdekat yang disebut Stein 2051 B. Teknik ini sangat bergantung pada pengaruh gravitasi cahaya.

Artikel aerospace lainnya : Ayo Bantu NASA Temukan Planet Kesembilan di Tata Surya Kita!

Stein 2051-B

"Dalam persamaan terkenalnya E = mc ^ 2, Albert Einstein mendalilkan bahwa energi dan massa adalah hal yang sama," kata Oswalt.

"Cahaya adalah berkurangnya energi dengan massa yang lebih kecil lagi, tapi juga terpengaruh oleh gravitasi."

Einstein juga meramalkan bahwa cahaya dari bintang yang jauh yang melewati sebuah benda akan sedikit melengkung akibat tarikan gravitasi benda itu. Agar efeknya dapat diamati, kedua benda itu harus mendekati penyelarasan yang hampir sempurna, meskipun menurut Oswalt momen itu cukup langka.

Oswalt menjelaskan, "Karena cahaya dari latar belakang bintang yang melewati white dwarf, arah garis lurusnya membungkuk, dan itu berarti cahaya yang akan kita lihat nampaknya berasal dari arah yang berbeda dari bintang yang sebenarnya, dan itu membuat Dwarf perlahan bergerak melintasi star background yang seolah-olah membentuk lingkaran kecil di langit, ".

"Gagasan dasarnya adalah bahwa defleksi jelas dari posisi star background berhubungan langsung dengan massa dan gravitasi white dwarf - dan seberapa dekat keduanya membentuk barisan," tambah Oswalt.

Efeknya disebut gravitasi microlensing. Sebelumnya diamati pada skala yang jauh lebih besar selama gerhana total atau melibatkan benda angkasa yang lebih jauh daripada Stein 2051 B.

Masih menurut Oswalt, pada benda-benda yang jauh ini, gravitasi berperan sebagai lensa pembesar yang akan membengkokkan cahaya bintang dan sebagai hasilnya, mencerahkan sumber cahaya.

Dalam kasus galaksi yang letaknya sangat jauh, efek yang dikenal sebagai cincin Einstein - deformasi cahaya akibat gravitasi - dapat diamati. Saat ini jarang terjadi terkait pengamatan yang memungkinkan para ilmuwan mengukur lentur cahaya yang disebabkan oleh white dwarf terdekat (Stein 2051 B).

Namun Oswalt mengatakan, observatorium baru seperti satelit Gaia European Space Agency, akan memudahkan para astronom untuk lebih sering mengamati kejadian semacam itu sehingga memungkinkan mereka untuk memetakan benda-benda di alam semesta yang sejauh ini sulit dipelajari.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
armada mikrosatelit pendeteksi badai

Pada tanggal 12 Desember, ilmuwan NASA bersiap-siap meluncurkan Cyclone Global Navigation Satellite System (CYGNSS). Armada mikrosatelit ini memiliki misi memonitor dan melacak evolusi badai di perairan bumi. Para peneliti telah membahas misi baru dalam konferensi pers hari 10 November kemarin.

CYGNSS akan menjadi oktet dari 64-lb. Mikrosatelit ini beratnya hanya 29kg, ukurannya sedikit lebih besar dari sebuah koper. Diatur dalam orbit bumi untuk memantau perkembangan badai siklon tropis.

Sementara satu satelit yang mengorbit hanya bisa memberikan update pada lokasi tertentu setiap beberapa hari. Terdiri dari delapan armada yang bersama-sama akan melaporkan perkembangan badai setiap beberapa jam.

Sistem ini murah, biaya development dan operasionalnya hanya menelan biaya sekitar $ 162.000.000.
Menurut manajer proyek CYGNSS, John Scherrer, saat melakukan briefing di Southwest Research Institute di San Antonio.

"Kami sedang melakukan real science dengan pesawat ruang angkasa yang benar-benar dapat dikendalikan dari meja kerja Anda,"

"Bukan hanya satu, tetapi delapan - Mereka akan mengorbit di daerah badai tropis, dan setiap 90 menit akan menampilkan datanya."

Info antariksa lainnya : Beginilah Cara Para Astronom 'Mengukur' Bintang, Penasaran?

Regenerasi TRMM ke CYGNSS


Sebelumnya, NASA pernah menggunakan alat pengukur badai melalui satelit TRMM yang jatuh dari angkasa pada bulan Juni setelah selesai masa tugasnya. Hanya saja prinsip kerjanya berbeda dengan CYGNSS.

Kecepatan angin diukur di atas laut menggunakan panjang gelombang cahaya yang tersebar dengan bantuan air hujan. Artinya alat-alat tersebut tidak bisa mengumpulkan data secara akurat jika curah hujan terlalu berat.

Plus, perkembangan badai memiliki rentang waktu lebih pendek jika hanya dimonitor oleh satu satelit yang mengorbit. Ada juga perangkat autopilot yang dapat memantau hujan dan air di bawahnya (lewat kecepatan angin) - tetapi teknologi tersebut tidak dapat dikirim ke angkasa, kata para peneliti.

Hadirnya mikrosatelit CYGNSS bertindak untuk mengambil sinyal yang dilepaskan dari satelit GPS setelah mereka terpental dari air. Oleh karena itu, satelit akan memantulkan sinyal untuk mengukur kecepatan angin di atas permukaan laut. Setiap mikrosatelit dapat mengukur refleksi dari empat tempat secara bersamaan.

Pemancar GPS beroperasi pada panjang gelombang yang melewati air hujan, membiarkan mikrosatelit mengambil refleksi meski saat badai dan hujan lebat sekalipun.

"Setiap satelit seolah-olah seperti pesawat pemburu badai yang mengambil data dari empat penjuru yang berbeda," kata Chris Ruf, peneliti utama CYGNSS 'di University of Michigan, Ann Arbor.

"Kami memiliki delapan satelit, dan masing-masing melakukan empat pengukuran, jadi seperti memiliki 32 pesawat terbang maya yang melintas di suatu tempat di daerah tropis, dan melakukan pengukuran secara bersamaan."

"Satelit akan kembali mengukur tempat tertentu dalam waktu 7 jam - memantau wilayah tropis sepanjang waktu - setidaknya untuk misi dua tahun ke depan.

Artikel terkait : Ayo Bantu NASA Temukan Planet Kesembilan di Tata Surya Kita!

Rencana Peluncuran CYGNSS


Rencananya armada mikrosatelit akan diluncurkan pada 12 Desember dengan pesawat Pegasus L-1011. Akan dijatuhkan dari ketinggian 40.000 kaki saat 5 detik sebelum mesin roket menyala.

Satelit akan dirilis secara berpasangan setiap 30 detik dengan posisi berlawanan satu sama lain, sampai kedelapan satelit terpisah sesuai orbitnya.

Sepuluh menit kemudian, solar array keluar memanjang dan satelit mulai bekerja. Mereka akan langsung mengirimkan data ke stasiun bumi di Hawaii, Chile dan Australia.

Mary Morris, seorang mahasiswa doktoral di University of Michigan, Ann Arbor, mendemonstrasikan sebuah alat bernama Forecast Tool yang akan menunjukkan di mana satelit akan memantau siklus badai dan memprediksi seberapa cepat mereka akan dapat mengirimkan datanya ke Bumi.

Melalui sampel dari kejadian badai Mathew yang baru saja terjadi, dia menunjukkan bahwa kurang dari satu jam setelah badai terjadi, satelit mampu menampilkan data yang tercatat dari stasiun di Australia.

"CYGNSS adalah alat yang akan memberikan kami 24/7 cakupan zona siklon badai tropis, dan itu adalah kenajuan sains kita tentang bagaimana munculnya badai sehingga kita dapat lebih mempersiapkan diri dan melindungi orang-orang disaat badai datang," kata Christine Bonniksen, eksekutif Program CYGNSS dengan Direktorat Earth Science Division di markas NASA.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
Menguak Gambaran Daging Dinosaurus

Mungkin tak pernah kita bayangkan bahwa burung merupakan salah satu dari hasil evolusi dinosaurus.

Sayap burung menyerupai sayap yang juga dimiliki oleh dinosaurus. Dan, ilmuwan pun telah meneliti bagaimana rupa daging dinosaurus, yang ternyata juga mirip daging burung.

Mereka meneliti menggunakan teknik penerangan pada tisu (sebutan untuk membran antara sel dan organ seluruhnya) yang dimiliki oleh burung generasi sebelumnya.

Sayangnya, daging dinosaurus mengalami kebusukan sebelum menjadi fosil. Sehingga dinosaurus hanya meninggalkan gigi, tulang, dan hal-hal lainnya untuk kita lihat dan teliti sampai sekarang.

Namun baru-baru ini, banyak teknologi baru yang memungkinkan kita untuk mengetahui informasi tentang fosil dinosaurus, seperti pola pigmentasi dan warna dari kulit dan bulu dinosaurus.

Penelitian Burung Dinosaurus


Warna dinosaurus yang sesungguhnya pernah diteliti pada Anchiornis huxleyi. Anchiornis huxleyi ini memiliki bulu, ukurannya seperti sapi, yang punah sekitar akhir dari masa Jurassic pada 160 juta tahun yang lalu.

Sebenarnya ini relatif, dan referensi merujuk kepada Microraptor dan Archaeopteryx, dimana keduanya merupakan kelompok burung dinosaurus yang disebut paravian.

Paravian diketahui memiliki warna bulu abu-abu dengan bulu hitam pada bagian tubuh lainnya, yang disertai dengan bulu putih sepanjang kaki dan tangannya, dan jambul yang berwarna merah coklat. Paravian tampak sangat menarik.

Penelitian dilakukan dengan mengaplikasikan sebuah teknik yang disebut “laser-stimulated fluorescence” pada delapan spesies Achiornis yang berbeda. Ini dilakukan oleh sebuah tim internasional dari para paleontolog yang telah berhasil menunjukkan detail-detail yang tersembunyi, yakni sedikitnya tentang kulit bagian dalam dari dinosaurus.

Mereka menyinari sebuah laser bertenaga tinggi dengan panjang gelombang yang tepat pada fosil-fosil dinosaurus, yang kemudian membuat pancaran laser dengan warna yang berbeda.

Pancaran berbeda ini menandakan bahwa pola dan karakteristik daging tersebut tak dapat dilihat dengan cahaya yang normal. Lagi pula, objek penelitian pun bukan daging, hanya fosilnya saja.

Hasil scan tersebut, pada akhirnya mengonfirmasikan bahwa dinosaurus mirip seperti burung, dengan kaki yang mirip stik drum, dan bagian kulit yang disebut sebagai “patagium” yang menghubungkan bagian lengan bawahnya.

Gambar di bawah ini memberikan kita beberapa gambaran tentang bagaimana kulit dan daging dinosaurus tampak ketika disinari oleh laser bertenaga tinggi, yang tentu saja tak terlalu jelas untuk menggambarkan keseluruhan tubuh dinosaurus.

hasil scan laser pada kulit burung dinosaurus

tekstur kulit burung dinosaurus

Gambar tersebut menunjukkan kulit yang tipis, yang juga membantu kita memprediksi bahwa penyebab dinosaurus mengalami evolusi panjang menjadi burung adalah selama 100 juta tahun sebelum kepunahannya.

Info science terkait : Berkat DNA Rambut, Terungkap Leluhur Bangsa Australia 

Hasil Penelitian Burung Dinosaurus


Pada burung-burung modern (yang sekarang), patagium memproduksi bentuk aerofoil (semacam sayap) yang lembut seperti pada burung, kelelawar, dan pada hewan mamalia.

“Fakta yang kita temukan, sayap lembut pada burung yang lebih tua itu sangat menarik,” kata peneliti Michael Pittman.

susunan tulang burung dinosaurus

Menurut laporan yang dipublikasikan di Science, oleh paleontologi dari Britania Raya, arah burung menuju langit tak selalu lurus, yang membuat bulu dan sayap memungkinkan burung untuk melakukan kamuflase dari predator.

Tidak semua fosil dapat menjadi bahan gambaran yang jelas ketika disinari laser bertenaga tinggi tersebut. Namun setidaknya, para paleontolog memiliki cara baru untuk mengukur gambaran dari spesimen atau spesies binatang dengan cahaya laser, yang mana lebih baik dari cara sebelumnya.

Menurut pendapat kami, (cara) itu seharusnya digunakan oleh paleontolog mana pun, karena cara itu dapat dengan mudah memperluas informasi anatomi yang tersedia pada suatu fosil tanpa perlu merusak fosil tersebut,” kata Pittman.

Meskipun tidak semua misteri dinosaurus dapat dipecahkan, namun penelitian tersebut sudah mencapai titik terang sampai sejauh ini. Harapannya, penelitian tentang kondisi biologis dinosaurus dapat membantu sejarawan untuk mengetahui bagaimana dinosaurus hidup di zamannya.

Penelitian ini dipublikasikan di Nature Communication.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
eror bug pada website

Mengatasi bug pada website. Saat ini, loading halaman web biasanya melibatkan query database. Misalnya data kontribusi terbaru dalam diskusi forum yang Anda ikuti, daftar berita terkait yang Anda sedang membaca, target sponsor ke lokasi geografis, atau sejenisnya.

Tapi query database atau “cache” cukup memakan waktu. Banyak situs toko online yang butuh pengiriman data hasil pencarian dengan cepat pada server web.

Namun, jika pengguna situs merubah nilai dalam database, cache juga perlu diperbarui. Tugas kompleks menganalisis kode website untuk mengidentifikasi system operasi ini memerlukan update cache yang menjadi PR bagi programmer web. Hilangnya satu system operasi dapat mengakibatkan situs tidak dapat dioperasikan.

Para peneliti dari MIT (Ilmu Komputer dan Laboratorium Artificial Intelligence) pada symposium Association for Computing Machinery tentang Prinsip Bahasa Pemrograman menyajikan sistem otomatis caching query database untuk aplikasi web yang ditulis dalam bahasa web-pemrograman Ur / Web.

Meskipun secara paralel situs web dapat mememuhi permintaan dengan cepat - setiap transaksi tak akan terlihat persis jika permintaan ditangani secara berurutan pada data cache yang berbeda, atau bahkan pada data cache server yang berbeda dengan pengguna yang berlainan.

Dalam percobaan yang melibatkan dua website yang telah dibangun menggunakan Ur / Web, sistem baru ini menawarkan caching otomatis dua kali lipat dengan kecepatan 30 kali lipat.

Menurut Adam Chlipala, seorang profesor teknik elektro dan ilmu komputer di MIT, "Kebanyakan website populer didukung oleh database yang tidak benar-benar mengolah database berulang untuk setiap permintaan,".

"Tapi bagian yang sulit di sini adalah bahwa Anda harus menyadari saat membuat perubahan ke database bahwa beberapa jawaban yang disimpan tidak lagi selalu benar, dan Anda harus melakukan apa yang disebut 'Canceled'.

Pemrogram perlu menambahkan logika pembatalan secara manual. Untuk setiap baris kode yang mengubah database, programmer harus berpikir, 'Oke, untuk setiap baris kode yang bertuliskan database dan menyimpan hasilnya di cache, mana dari mereka akan rusak akibat perubahan yang terjadi.

Chlipala bekerja sama dengan Ziv Scully, seorang mahasiswa pascasarjana dalam ilmu komputer di Carnegie Mellon University, yang bekerja di laboratorium Chlipala sebagai sarjana MIT.

Berita komputer lainnya : Fitur ‘Suggested Reminder’ Cortana Sudah Diluncurkan di US

Pencarian Bug pada Website


Ur / Web, yang diciptakan Chlipala, memungkinkan pengembang web menentukan fungsi situs mereka dengan hanya menggunakan satu bahasa pemrograman.

Ur / Web compiler secara otomatis menghasilkan semua jenis kode yang diperlukan untuk daya situs - HTML, JavaScript, query database SQL, dan cascading style sheets - sambil memberikan kinerja dan jaminan keamanan tertentu.

Sistem baru Chlipala dan Scully ini merupakan modifikasi dari compiler, sehingga pengguna Ur / Web hanya dapat mengkompilasi ulang kode yang ada untuk mendapatkan semua manfaat dari caching basis data. Bahasa itu sendiri tetap tidak berubah.

Compiler baru dimulai dengan menganalisis Ur / kode Web dan menentukan data apa dan bagaimana cache mengaturnya. Misalnya, jika jenis pertanyaan tertentu hampir selalu dilakukan bersamaan dengan satu sama lain, Ur / Web akan cache data yang terkait dalam satu tabel.

Compiler juga memutuskan apakah cache untuk data mentah, kode HTML, atau seluruh laman web jika struktur program memungkinkan.

Maka compiler berjalan melalui kode dan membandingkan setiap nilai operasi yang update dalam database dengan setiap operasi query database. Saat cache menentukan nilai harus batal, maka perintah yang ditambahkan akan membatalkan cache di tempat yang tepat .

Seperti banyak bahasa pemrograman, Ur / Web memiliki "runtime," Chlipala dan Scully juga memperbarui runtime Ur / Web untuk memantau frekuensi cache query database.

Perbaikan Menyakitkan


Selain menguji sistem pada dua website, Chlipala dan Scully juga menguji pada beberapa program skala kecil yang juga ditulis dalam Ur / Web, dan merupakan bagian dari standar tolok ukur yang digunakan untuk membandingkan kerangka pengembangan Web yang berbeda.

Hasilnya, sistem baru yang ditawarkan lebih cepat  2 – 5 kali lipat.

Bagaimanapun, mereka tidak membandingkan situs yang dikembangkan dengan sistem mereka ke situs yang menggunakan hand-code caching. Seperti yang Chlipala jelaskan, "Ur / Web jauh lebih cepat daripada yang lain."

"Banyak situs dan program dengan database cache untuk meningkatkan kinerja," kata Andrew Myers, seorang profesor ilmu komputer di Universitas Cornell.

"Namun, cukup sulit untuk melakukan ini dengan benar, karena hasil dari query database bisa menjadi tidak valid. Jadi upaya untuk mempercepat aplikasi dengan cara ini menimbulkan tantangan untuk menemukan bug. Daripada menyewa programmer hanya untuk mengidentifikasi hasil cache, sistem ini bisa melakukannya secara otomatis, dengan menganalisis permintaan yang berbeda ke database. "

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
mobil kemudi otomatis bosch

Teknologi mobil auto-driving. Baru- baru ini, Bosch telah mengembangkan artificial intelligence systems pada kendaraan tak berawak yang sedang mereka produksi.

Pada konferensi internasional Bosch Connected World 2017 di Berlin, penyedia teknologi dan jasa memperkenalkan on-board computer built-in untuk kendaraan otomatis.

Berkat kecerdasan buatan (AI), saat ini komputer dapat menerapkan metode learning machine. Melalui teknologi ini, diharapkan kendaraan tak berawak dapat segera dioperasikan, bahkan dalam situasi lalu lintas yang rumit  dan tak terduga.

"Kami merancang mobil agar mampu melakukan manuver sendiri di jalan", kata Dr. Volkmar Denner, Ketua Dewan Robert Bosch GmbH.

Mesin sudah dilengkapi dengan sensor Bosch untuk mengendalikan situasi. Menggunakan Ai system memungkinkan interpretasi data dan prediksi dari perilaku pengguna jalan lainnya.

"Akhirnya mobil pintar berhasil kami buat. Kemudi otomatis manambah keamanan dalam mengemudi, dan artificial intelegence berkontribusi sebagai faktor kunci. “ ujar CEO Bosch.

Untuk rancangan mainboard komputernya, Bosch menggandeng perusahaan teknologi AS Nvidia. Nvidia akan memasok memory chip dengan algoritma berbasis metode learning machine.

Pencangkokan komputer AI akan mulai diproduksi pada awal dekade berikutnya, sehingga diharapkan mobil tak berawak akan segera populer di masyarakat.

On-board komputer dengan sistem kecerdasan buatan ini juga dapat mengenali pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Selain mampu mengidentifikasi benda, teknologi ini bisa membaca situasi jalan secara otomatis. Jadi, mesin akan mengubah jalur saat ada sinyal membelok. Akibatnya, mobil tanpa awak ini dapat mengenali dan menilai situasi lalu lintas yang kompleks, misalnya, memperhitungkan lintasan kendaraan yang melaju, atau yang  hendak berputar arah.

Semua informasi tentang pergerakan mobil disimpan dalam memori komputer melalui semacam jaringan saraf sintetis. Para ahli memeriksa data untuk akurasi. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, struktur data artifisial diolah lalu ditransfer ke sejumlah komputer lain dengan sistem built-AI.

"Kami ingin membuat sistem mengemudi otomatis yang siap dalam situasi apapun. Pada dekade berikutnya, kendaraan tak berawak akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bosch mengembangkan automatic driving di semua level teknologi.

Info otomotif lainnya : Nissan Note, Sedan Tanpa Moncong tapi Tetap 'Strong'

sistem kecerdasan buatan

Safety used dengan kontrol data Internet


Dalam pidatonya di Bosch ConnectedWorld 2017, dihadapan 2.700 orang Volkmar Denner menyebut teknologi inovatif Bosch akan membuka lini bisnis baru.

Pada konferensi itu, teknologi Blockchain juga ikut disorot selain AI dan cloud software. Sistem teknologi ini memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi online secara aman tanpa keterlibatan pihak ketiga.

Untuk realisasi itu, mereka telah meneken kontrak dengan beberapa jaringan. Teknologi ini menjamin kelengkapan anonimitas dari semua data.

Blockchain termasuk jenis database desentralisasi yang mendistribusikan informasi yang dimasukkan pada ribuan komputer. Jadi, mustahil untuk memalsukan data saat pengguna tidak terkoneksi dengan pusat komputer.

Sinergi Bosch dan TÜV melawan manipulasi “car mileage


Dr. Dennis membeberkan tentang penggunaan teknologi Blockchain yang bekerja sama dengan otoritas sertifikasi Jerman TÜV Rheinland. Kerjasama ini fokus pada penghapusan praktik penipuan odometer mobil.

Di Jerman, kerusakan akibat manipulasi odometer kendaraan menelan kerugian sekitar 6 miliar euro.

Idenya adalah dengan memerangi penipuan ini melalui buletin elektronik yang tersambung pada banyak komputer. Secara teratur mobil mengirim data perjalanan ke komputer melalui konektor sederhana.

Melalui aplikasi smartphone, pemilik dapat mengecek running time secara real kapan saja. Hasilnya bisa dibandingkan dengan data pada layar dalam mobil.

Jika pemilik ingin menjual mobilnya, sistem akan menerbitkan sertifikat akurasi odometer. Dokumen ini juga dapat dipublikasikan di internet, misalnya, saat pemilik ingin menjual mobil melalui platform online.

Mobil terkoneksi langsung ke bengkel


Apakah teknologi "pintar" dari Bosch ini benar-benar bisa mengubah kehidupan kita sehari-hari?

Secara cerdik, Dr.Dennis menjawab pertanyaan ini melalui ilustrasi kasus sederhana :

Bayangkan jika tiba-tiba batu terbang ke udara dan menghancurkan kaca sisi mesin. Car care center akan menerima pemberitahuan otomatis melalui cloud dan secara cepat dapat mengintruksikan perbaikan yang diperlukan."

Dengan koneksi internet, logistik segera menyiapkan spare part pengganti dan siap meluncur ke lokasi klien. Melalui kacamata display virtual reality, mekanik dapat mengatasi masalah jauh lebih cepat dari biasanya.

Untuk driver, sistem ini bisa mengurangi waktu tunggu untuk perbaikan mobil Anda. Tak perlu kembali di hari berikutnya, atau mendaftar untuk mendapatkan layanan tambahan yang cukup mahal.

Bravo for Unmanned Car Bosch.

blog tentang teknologi, robot, gadget, luar angkasa, komputer, software, games, science dan otomotif
penelitian leluhur bangsa australia lewat dna rambut

Beberapa sampel rambut yang diambil dari orang-orang Aboriginal (nenek moyang Australia) menunjukkan bukti kuat bahwa dulu pernah ada imigrasi menuju Australia yang terjadi sejak 50.000 tahun yang lalu. Ini merupakan imigrasi tertua di dunia.

Imigrasi ini menyebar dengan sangat cepat dan menjadi penentu penyebaran ras di Australia.

Penelitian ini mengambil bahan-bahan yang telah diambil para ilmuwan melalui ekspedisi berkelanjutan pada tahun 1920 hingga 1960-an.

Mereka menjelajahi dunia hingga ke Australia untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang Aboriginal.

Para ilmuwan ini merekam film dan suara, gambar, alat berburu, upacara tradisional, lagu daerah, serta mengambil bukti-bukti fisik lainnya yang dapat dipertimbangkan untuk mengukur kejelasan misteri nenek moyang Australia.

Koleksi dari bukti penelitian yang dilakukan oleh Board for Anthropological Expeditions tersebut telah disimpan dengan sangat aman di Museum Australia Selatan.

Kumpulan koleksi tersebut juga sangat akurat, bahkan dianggap sebagai koleksi antropologi terbaik tentang manusia pribumi di seluruh dunia.

Nah, di dalam museum, ada bagian koleksi orang-orang pribumi Australia yang dijaga keamanannya dengan sangat ketat.

Bukti itu tak lain berisi potongan rambut mereka. Di sana, rambut para Aboriginal hanya dapat diteliti dengan izin khusus karena mengandung bukti terkuat tentang keberadaan para Aboriginal tersebut.

Potongan-potongan rambut mereka ternyata mengandung keragaman genetik dari garis keturunan yang juga dimiliki oleh orang-orang asli Eropa.

Saking pentingnya, detail data tentang Aboriginal ini dikoleksikan secara berurutan dalam map yang digabungkan dengan beberapa generasi sebelumnya.

Ini memungkinkan para peneliti untuk merangkai ulang sejarah dengan melihat data sebelumnya lalu menghubungkannya dengan data yang baru ditemukan dari generasi terbarunya.

Berita science lainnya : Rat Park, Bukti Penyangkalan Teori Kecanduan

Mengumpulkan Kepingan Sejarah Australia


Penelitian ini pun kemudian dilakukan dengan menghubungkan sejarah dari masing-masing data yang ditemukan tentang orang-orang pribumi asli Australia, dari generasi ke generasi.

Tingkat keberhasilan penelitian ini pun semakin besar dengan bantuan beberapa keluarga Aboriginal asli dan komunitasnya. Orang-orang ini didapat dari Aboriginal Family History Unit dari Museum Australia Selatan.

Caranya adalah dengan meletakan dan menghubungkan donor asli Aboriginal yang masih ada hingga saat ini, atau donor dari keturunan dan sesepuhnya.

Tim peneliti menghabiskan waktu hingga berhari-hari untuk tinggal bersama pada setiap komunitas atau keluarga Aboriginal asli. Para peneliti berbincang satu sama lain bersama anggota keluarga Aboriginal tentang penelitian mereka.

Mereka membahas mengenai keuntungan apa yang akan didapatkan dari penelitian genetik ini. Mereka juga menjelaskan kenapa hasil penelitian tidak boleh digunakan untuk mengklaim kepemilikan tanah (sebagai bekas tempat tinggal mereka dulu).

Para Aboriginal pun merespons mereka dengan sangat baik. Dari hasil perbincangan, para peneliti mendapat respons yang memberi “lampu hijau” tentang anggota keluarga Aboriginal yang dulu terpisah agar dapat bersama kembali.

Hasil Penelitian


Orang Australia pertama yang datang ke benua Australia, secara kolektif, disebut sebagai Sahul. Nama ini didapat dari data-data yang menunjukkan hubungan Australia dengan New Guinea.

Lalu, Teluk Carpentaria dulunya adalah danau air tawar yang merupakan tempat menarik pada zamannya. Ini yang membuat nenek moyang Australia ingin berimigrasi ke Australia.

Sekali lagi, garis keturunan genetik yang telah diteliti menunjukkan bahwa populasi Aboriginal pertama bertempat tinggal di dua tempat yang berbeda. Yang satu searah jarum jam, dan satunya lagi berlawanan arah jarum jam. Mereka menetap tak lebih dari 2000 sampai 3000 tahun, hingga saat ini.

Setelah itu, populasi Aboriginal pertama tersebut semakin terpecah ke dalam wilayah yang lebih spesifik. Lalu sebagian kecil dari mereka menetap dan berpindah-pindah tempat tinggal. Kemudian kembali bertahan hingga 50.000 tahun lamanya di Australia.

Misteri sejarah dari nenek moyang Australia terpecahkan melalui bantuan DNA yang terdapat dalam potongan rambut yang masih tersedia sampai sekarang.